logo

Islam

Popular Posts

Random Post

Powered by Blogger.

Friday, September 13, 2013

Mengapa Allah 'Membiarkan' Para Tiran?

Allah, dengan segala rahasia yang dimiliki-Nya, Yang Maha Agung, lagi Maha Terpuji, memiliki rencana yang terkadang sama sekali tidak terfikirkan oleh kita. Setiap manusia pasti akan mengalami ujian, baik berupa kesempitan, kekurangan harta, jiwa, dan lain sebagainya. Terkadang Allah juga akan menguji keimanan kita dengan melimpahkan begitu banyak kenikmatan, yang terkadang membuat kita lalai dan lupa bersyukur. Lihat bagaimana Allah sudah melebihkan orang-orang sebelum kita.

Egypt massacre_


Qorun, dan Fira'un, mungkin menjadi simbol angkara murka yang namanya diabadikan Allah didalam Al-Qur'an. Sekian tahun, atau berpuluh-puluh tahun mereka dibiarkan oleh Allah untuk berbuat kerusakan hingga samapi batas waktu yang sudah ditetapkan oleh Allah.

Kita juga mungkin mengetahui kisah "Pemuda Gua" atau Ashabul Kahfi, bagaimana perjuangan berat yang mereka lalui ketika harus berhadapan dengan kediktatoran penguasa yang ingin merebut keimanan mereka. Bagaiamana mungkin serombongan anak muda dan seekor anjing ingin menghadapi kekuasaan yang begitu angkuh, ternyata Allah SWT yang langsung menyelesaikan masalah mereka. Dengan apa Allah menyelesaikan masalah "Pemuda Gua"? Ternyata dengan "Tidur".

Lihatlah bagaimana Allah dengan segala Kehendaknya, begitu mudah menyelesaikan masalah mereka. Lantas, bagaimana dengan peristiwa yang sedang terjadi sekarang? Kita bisa lihat, nyawa begitu murah, tidak ada harganya lagi. Mungkin kita ingat ketiak seorang "pemuda Yahudi" menarik kerudung wanita muslimah di pasar Madinah sehingga mengakibatkan Yahudi di usir dari madinah dan menyebabkan kaum muslimin harus mengangkat senjata.

Lantas, apakah Allah tidak memperdulikan kita lagi?

Yang perlu kita ingat adalah, pertolongan Allah itu sangat dekat, hanya mungkin kita tidak bisa membaca secara jernih pertolongan-pertolongan Allah yang sudah kita dapatkan. Atau Allah sudah mempunyai renca yang jauh lebih dahsyat dan jauh diluar nalar kita.


Zulfi Akmal
Al-Azhar, Cairo



Suatu kali 'Amir bin Bahdalah lewat di depan seorang shaleh yang lagi disalib oleh Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi sang durjana kejam. Melihat pemandangan yang memilukan itu ia bicara di dalam hati: "Wahai Tuhanku...., kesantunan-Mu terhadap orang-orang zalim telah mendatangkan mudarat dan kesengsaraan kepada orang-orang yang mereka zalimi".
Setelah itu 'Amir bin Bahdalah pulang ke rumahnya. Di malam hari waktu ia tidur, ia melihat di dalam mimpinya bahwa Kiamat sudah terjadi, dan seolah-olah ia sudah masuk surga. Di sana ia melihat orang saleh yang disalib oleh Hajjaj berada pada tingkatan surga paling tinggi. Tiba-tiba ia mendengar seruan: "Kesantunanku terhadap orang-orang zalim telah menempatkan orang-orang yang dizalimi berada pada surga yang paling tinggi".

Imam Zamakhsyary mengomentari hal itu:

Yang lebih benar dari itu (dari pada mimpi 'Amin bin Bahdalah) adalah firman Allah:

{وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ}

"Dan Kami hendak memberikan karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)". (Al Qashash: 5)

Dan firman Allah:

{ذَلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ}

"....Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka". (Muhammad: 4)

Kisah ini bisa menyadarkan kita kembali tentang beberapa hal:

1. Arti pertolongan Allah sesungguhnya terhadap seorang mukmin.

2. Kemenangan hakiki yang diperoleh pejuang kebenaran.

3. Kehidupan ini hanyalah ujian untuk menuju kehidupan yang abadi.

4. Allah tidak pernah ingkar janji, kita saja yang selalu tergesa-gesa dan tidak sabaran.

Jangan Menunggu Sempurna Baru Berdakwah

Terkadang sebagaian orang berfikir, bagaimana mungkin saya akan mengajak orang untuk berbuat baik, sementara pribadi saya seperti ini. Biarlah saya perbaiki diri saya terlebih dahulu, kemudian jika saya sudah cukup baik, barulah saya akan menularkan kebaikan saya kepada orang lain.
Gambar Ilustrasi

Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata tidak juga terjadi perubahan, sehingga membuat kita tidak akan pernah mengajak orang untuk berbuat baik. Ada juga yang menganggap dirinya tidak pantas untuk memberi nasehat kepada orang lain, karena menurutnya hanya mufti yang berilmu tinggi sajalah yang pantas untuk memberi nasehat dan mengajak orang berbuat baik.

Pada hakikatnya, tidak ada manusia yang terlepas dari kesalahan, dari sini saja kita bisa berkesimpulan jika orang yang berpandangan akan memberi nasehat kepada orang lain saat dia sudah baik, pasti tidak akan pernah memberi nasehat kepada orang lain, karena seumur hidup kita tidak terluput dari dosa dan salah.

Seorang mata-mata Rasulullah, Ghuzaifah, Belia Rahimahullah adalah orang kepercayaan rasulullah untuk menandai orang munafik diantara kaum muslimin. Suatu hari umar bertanya kepada beliau Rahimahullah, apakah namaku terdapat dalam daftar orang-orang tersebut?

Pertanyaan umar ini membuat Ghuzaifah tersenyum kemudian menjawab, justru orang yang merasa tidak ada sifat munafik fidalam hatinyalah yang sesungguhnya dihinggapi oelh sifat munafik. 

Begitulah manusia seharusnya, jangan menganggap dirinya bersih dari dosa dan salah. Apakah itu menghalangi umar RA untuk berdakwah dan berjihad? Sama sekali tidak, jadi. jangan tunggu untuk menjadi orang yang sempurna, kemudia baru berdakwah. Karena dakwah yang kita bawak juga akan menjaga kita dari kesalahan dan khilaf, membersihkan hati kita yang kotor, mensucikan tubuh kita dari noda.

Al-Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :


Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, dan bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara kalian.

Sungguh, akupun telah banyak melampaui batas terhadap diriku. Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalam menaati Rabb-nya.

Andaikata seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasihat.

Akan menjadi sedikit jumlah orang yang mau memberi peringatan dan tidak akan ada orang-orang yang berdakwah di jalan Allah ‘Azza wa Jalla, tidak ada yang mengajak untuk taat kepada-Nya, tidak pula melarang dari memaksiati-Nya.

Namun dengan berkumpulnya ulama dan kaum mukminin, sebagian memperingatkan kepada sebagian yang lain, niscaya hati-hati orang-orang yang bertakwa akan hidup dan mendapat peringatan dari kelalaian serta aman dari lupa dan kekhilafan.

Maka terus meneruslah berada pada mejelis-mejelis dzikir (mejelis ilmu), semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni kalian. Bisa jadi ada satu kata yang terdengar dan kata itu merendahkan diri kita namun sangat bermanfaat bagi kita. Bertaqwalah kalian semua kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.


*(Mawai’zh lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal.185-187)

Thursday, September 12, 2013

Pemerintah Kudeta Mesir diadukan pihak Al Jazeera ke Mahkamah Internasional


aljazeera_logo

Doha. Krisis di Mesir nampaknya belum menunjukan suatu kepastian. Tidak hanya rakyat sipil yang menjadi korban. Pihak militer juga terus melakukan tekanan terhadap media massa di Negara Piramid tersebut.


Bahkan, salah satu media massa terkemuka di Mesir, Al Jazeera baru-baru ini mengadukan pihak militer Mesir ke Mahkamah Internasional atas tindakan yang dialami oleh para wastawan mereka. Al Jazeera menuding pemerintah kudeta Mesir melakukan “kampanye pelecehan dan intimidasi secara berkelanjutan” terhadap jurnalis-jurnalis mereka di negeri Piramid itu.

Tidak hanya itu, pihak Al Jazeera mengaku bahwa jurnalis mereka juga mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, bahkan ditangkap kemudian ditahan oleh Militer peng-Kudeta. Pihak militer tidak memiliki alasan yang jelas untuk kasus penangkapan itu.

Tidak hanya jurnalis mereka, kantor Al Jazeera juga tidak luput dari tindakan semena-mena dari pihak militer, tanpa ada alat bukti yang kuat, Kantor Al Jazeera di Mesir itu juga diserbu dan ditutup secara paksa. Peralatan-peralatan penyiaran disita, bahkan sinyal mereka pun di blokir oleh militer Mesir.

Dalam pernyataan resminya, Kamis (12/9), Al Jazeera mengaku telah memerintahkan kantor pengacara asal London, Carter-Ruck untuk membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional dan PBB. “Al Jazeera tidak bisa membiarkan situasi ini terus berlanjut. Hak para jurnalis untuk memberitakan dengan bebas dilindungi hukum internasional dan diperkuat resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1738. Namun hak dasar ini diabaikan oleh rezim baru di Mesir,” ujar seorang juru bicara Al Jazeera seperti diberitakan aljazeera.com, Kamis (12/9).

“Pemerintah kudeta Mesir sepertinya bertekad untuk membungkam seluruh bentuk jurnalisme independen di sana dan hanya memperbolehkan media milik pemerintah kudeta untuk bersuara,” lanjutnya. (dil/jpnn/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri


Wednesday, September 11, 2013

Kapankah pertolongan Allah itu datang?

Pertolongan Allah
Kapankah pertolongan Allah itu datang? sebagai penggiat dakwah, kita pasti erasakan pahitnya perjuangan, manisnya kemenangan, kebersamaan, asyiknya pengorbanan dan rasa-rasa lain yang setiap hari kita rasakan dan kita alami.
Terkadang, karena ujian itu datang secara terus menerus dan bertubi-tubi membuat kita jenuh dan menerawang tinggi, Kapankah Pertolongan Allah itu Datang?


Air mata ini belum kering dari peristiwa di Palestina, Myanmar, dan Suriah serta kedzoliman yang dialami Muslim di seluruh dunia. Lebih dari 5 ribu syuhada yang gugur, lebih dari 10 ribu orang dipenjara dan 20 ribu korban luka-luka.

Pertanyaan yang dilontarkan orang-orang mukmin yang benar-benar berjihad dan mengorbankan seluruh harta bahkan jiwanya untuk dakwah ini, sangat manusiawi . Apakah pertolongan Allah itu datang terlambat? kenapa? dan apa penyebabnya? kapankah pertolongan Allah itu hadir di hadapan kita?


Akankah pertolongan-Nya menyertai kita? Ingatlah bahwa pertolongan Allah itu dekatm pertolongannya akan datang pada saat yang tepat, pada saat semua potensi yang kita miliki sudah terkuras habis, disaat maisyah-maisyah kita sudah kita korbanka sepenuhnyau ntuk dakwah ini, disaat pengikut-pengikut gerbong dakwah yang hanya membertkan kereta wdakwah ini mulai berguguran satu-persatu, kemudia Allah akan membersihkan barisan ini sehingga membuat Allah layak untuk mengirimkan pertolongan-Nya.

Adalah hal yang sangat mudah bagi Allah untuk membolak-balikan hati kita, siapa saja, entah itu pengusung dakwah, penikmati dakwah, penentang dakwah sekalipun. Itu semua adalah mudah bagi Allah. Berikut ini adalah kaidah-kaidah dan sebab-sebab kedatangan pertolongan Allah bagi para aktifi dakwah.

Seluruh pertanyaan-pertanyaan ini bisa kita temukan jawabannya setelah kita mentadabburi surat al-Ahzab tentang pertolongan Allah SWT yang selama ini kita mimpikan. Sesungguhnya sebuah kemenangan itu memiliki kaidah dan sebab-sebab bagaimana kita meraih kemenangan yang hakiki dalam sepuluh poin berikut:

Pertama, Kemenangan itu sebuah keniscayaan dan kepastian, bahkan memiliki “pasukan” yang hanya diturunkan dan diketahui Allah semata.
Siapa pun tidak mengetahuinya kapan diturunkan “pasukan” itu dan seperti apa turunnya. Hanya Allah saja yang Maha Mengetahui. Bisa jadi “Pasukan” penolong itu ada dalam barisan musuh, dan bisa jadi pasukan Allah itu dalam bentuk yang lain, seperti Angin, gempa, dan lain-lain. Namun kita tidak dapat melihat pasukan itu; “lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya…”

Semua ini merupakan penuh hikmah dan agar kita selalu husnudzan dengan Allah SWT bahwa pasukan Allah itu bukan hanya berbentuk manusia

Kedua, Pertolongan Allah itu sangat dekat dan akan diberikan Allah ketika kita juga memberikan kontribusi yang terbaik yang kita miliki. Dari harta yang terbaik, bahkan jiwa dan raga kita sudah siap kita berikan untuk perjuangan dakwah dan kebangkitan Islam.
“Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”… (al-Ahzab:9)

Ketiga, Pertolongan Allah itu dekat ketika fitnah dan cobaan itu semakin berat, dan ketika pasukan pembela kejahatan itu bersatu melawan. Mereka bersatu untuk melawan Ahlul Haq (Pembela kebenaran) dan mereka terus melakukan konspirasi terhadap Islam, bahkan Seluruh kekuatan Yahudi

Yahudi internasional, Salibis dan seluruh kekuatan mereka bersatu melawan umat Islam dari segala penjuru, seperti yg difirmankan Allah:
“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak” Maka pada saat-saat seperti ini pertolongan Allah itu akan datang kepadamu (al-Ahzab:10)

Keempat, ketika ujian itu semakin berat dirasakan oleh kaum mukminin, bahkan dirasakan sampai seperti mencekik leher dan tenggorokan
“Dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam prasangka.” maka datanglah pertolongan itu.

Kelima, Pertolongan Allah itu sangat dekat ketika Umat Islam bersatu dan kaum munafik ditampakkan Allah konspirasi mereka terhadap kita.
Dan ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”

Pertolongan Allah itu dekat ketika segala upaya dan usaha kaum mukminin sudah maksimal dan kaum munafik berusaha lari dari peperangan. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata: “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)”.

Ketujuh, Pertolongan Allah itu sangat dekat ketika ditampakkan oleh Allah siapa saja yang telah berkhianat dan bahkan mengatasnamakan agama.
Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya:

“Marilah kepada kami”. Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar.(Al-Ahzab:8). Sehingga mereka lari dari kehidupan kita!

Kedelapan, Kita berhak mendapatkan pertolongan Allah jika kita benar-benar menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dan menjadikan qudwah dalam kehidupan.
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah.. (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS: Al-Ahzab Ayat: 21)

Kesembilan, Pertolongan Allah itu sangat dekat ketika kita menjaga hubungan kita dengan Allah, menyerahkan semua urusannya hanya kepada Allah. Sehingga dengan keimanan itu kita selalu yakin dan tsiqah (percaya) bahwa pertolongan Allah itu sudah dekat!

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”
“.Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (Al-Ahzab:22)

Kesepuluh, Pertolongan Allah itu sangat dekat ketika kaum mukminin itu menjaga janji setianya (baiat) untuk tetap berada dalam kebenaran..

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).(Al-Ahzab: 23)
Semoga kita selalu dijaga oleh Allah untuk selalu berada dalam Shaf dan Jamaah ini, bisa mengakhiri kehidupan dengan husnul Khatimah. Wallahu A’lam.


Oleh: Ustadz Ismail Hamid

Pengadilan California Menangkan Tuntutan Karyawan Berjilbab

California.  Beberapa waktu lalu, seorang muslimah di Amerika mengadukan perusahan tempatnya bekerja selama ini, perusahaan tempatnya bekerja melarangnya mengenakan jilbab, lalu dia dipecat karena menolak menanggalkan pakaian Taqwa yang dikenakannya.

Lantas, karena mendapatkan perlakukan yang melanggar HAM dan tidak sesuai dengan Azas kebebasan, akhirnya  Umme-Hani Khan melaporkan perusahaan yang sudah memecatnya ke pengadilan akibat mendapatkan perlakuan diskriminatif tersebut.

Umme-Hani Khan, Muslimah AS


Peristiwa ini sebenarnya terjadi sudah cukup lama, namun baru-baru ini pengadilan California memutuskan pada selasa (10/9/2013) bahwa tindakan memecat pekerjanya yang beragama Islam hanya karena berjilbab adalah tindakan yang melanggar hukum. Tindakan itu tergolong diskriminatif.Garment Abercrombie & Fitch

“Sungguh membuat saya sangat kecewa atas apa menimpa pada saya dan saya tidak ingin itu berlalu begitu saja, sebab jika perlakuan itu bisa menimpa saya, pasti kepada orang lain juga akan terjadi hal yang sama,” ujar Umme kepada CNNMoney.
Kasus ini sebenarnya akibat dari tahun 2011,  Umme-Hani Khan adalah seorang karyawan toko Abercrombie di San Mateo, California, AS dipecat karena ia mengenakan jilbab. Umme tidak terima dengan perlakuan diskriminatif itu dan menuntut ke pengadilan.

Meskipun menurut hasil sidang di pengadilan mengatakan bahwa pihak toko sebenarnya mengizinkan beliau untuk mengenakan jilbab dengan syarat pas dengan warna perusahaan. Namun, setelah beberapa bulan bekerja  seorang manajer distrik mengunjungi toko itu lalu memintanya mencopot jilbab tersebut.

Karena mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan tersebut, akhirnya Umme kontan menolak dan tidak ingin membiarkan hal ini terjadi begitu saja, hingga akhirnya ia dirumahkan. Manajer tersebut kemudian meminta lagi agar Umme mencopot jilbabnya. Namun dia menolak lagi hingga akhirnya dipecat.

Dari peristiwa ini kita bisa melihat kegigihan seorang muslimah dalam mempertahankan keyakinannya, meskipun harus dipecat dan kehilangan sumber penghasilan, Insya Allah dengan keyakinan yang dia miliki, Allah akan mengganti itu semua dengan yang lebih baik. Dan Umme harusnya menjadi contoh bagi Muslimah dimanapun berada.



dakwatuna

Amerika Serikat membatalkan serangannya ke Suriah

Washington. Beberapa waktu lalu, Amerika berambisi dan sangat bernafsu untuk menggempur Bashar Al-Assad nampaknya kini meredup, desakan Internasional yang terus berdatangan nampaknya menjadi salah satu pemicu kenapa Amerika Serika membatalkan rencana serangan Amerika ke Suriah.

Presiden AS Barack Obama



Amerika berencana menyerang Suriah setelah pemerintah Suriah diduga kuat dan terbukti menggunakan senjata kimia untuk menghabisi pemberontak/pejuang yang sedang mengobarkan revolusi untuk menumbangkan rezim yang sedang berkuasa. Namun, senjata kimia yang digunakan oleh Assad justru membunuh banyak nyawa tidak berdosa dan tidak mengerti apa-apa terhadap permasalahan yang terjadi.

Setidaknya lebih dari 1000 nyawa menjadi korban akibat senajata kimia yang digunakan Rezim. Aksi pemerintah suriah ini mendapatkan tentangan dan kecaman dan berbagai kalangan, teruamta aktifis Islam.

Kini, Amkerika serikat akan menempuh jalan diplomasi sebagai solusi untuk mencegah terjadinya perang besar-besaran di Suriah, mengingat "teman mesra" Suriah memiliki taring yang cukup tajam, terutama Iran dan Suriah, serta India, China dan negara-negara lain.


Dalam pidato kenegaraannya, selama 15 menit, Selasa (10/9) di Gedung Putih, Obama mengatakan menunda serangan militer ke Damaskus. Presiden dua kali ini pun, meminta Kongres AS menunda pembahasan tentang dukungan serangan militer ke Suriah di Capitol Hill.


”Dan sementara, kita (AS) mengejar jalan diplomatik. Tapi kita tetap mengawasi rezim di Damaskus,” kata Obama, seperti dilansir New York Times, Rabu (11/9).


Obama pun menyatakan agar, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyambut kemauan AS dan Rusia di forum Perdamaian Suriah, oleh PBB, di Jenewa pekan ini. ”Saya akan melanjutkan diskusi dengan rekan saya di Rusia (Presiden Rusia Vladimir Putin) untuk mencari jalan (diplomatik di Suriah),” sambung dia.

Presiden Afro-Amerika di AS ini juga mengatakan menggandeng Cina dan anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK – PBB) lainnya. Pidato Obama mengakhiri spekulasi tentang Perang Suriah. Meski pun menegaskan tetap akan mengawasi pertikaian di Suriah, namun untuk sementara, Obama tampak ‘gagal’ menggapai ambisi nya.

Sering Mengawal karena Gaji Tak Cukup membuat Bripka Sukardi sering Mengawal

JAKARTA - Setelah beberapa hari kematian Bripka Sukardi, rasa duka yang mendalam masih menyelimuti keluarga almarhum. Terlihat jelas dari wajah istri almarhum,Tirtasari (44 tahun). Dia merasakan sedih yang sangat mendalam, dia tidak menyangka kalau suaminya yang pergi bertugas (10/9) untuk mengawal akan mengalami akhir hidup yang sangat tragis.

Putri kedua Bripka Sukardi menangisi kepergian ayahnya


Berdasarkan pengakuan istri almarhum, suaminya pergi untuk mengawal, itu bukan tugasnya dari kantor, menurutnya itu adalah tugas sampingan suaminya, suaminya bisanya akan mengawal dua minggu sekali sebagai tambahan penghasilan. “Anak pertama kan sudah kuliah, jadi Bapak sering cari tambahan untuk biaya kuliah dia. Alhamdulillah selama ini cukup,” kata Tirta di rumah duka, Asrama Polri Cipinang Baru, Jakarta Timur.

Dengan gaji Rp. 5.000.00 per bulan sang istri mengaku tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhannya, hal ini dikarenakan mereka memiliki tiga orang anak yang sedang bersekolah, dan juga kebutuhna lainnya.
 
Almarhum ditembak tepat di depa gedung KPK pada pukul  22.15 WIB ketika sedang mengawal enam truk tronton bermuatan material elevator dari Tanjung Priok menuju Rasuna Said Tower, Jakarta Selatan.

Polisi masih terus menyelidiki peristiwa yang cukup menyedihkan semua pihak ini. Pelaku penembakan diduga merampas senjata milik Bripka Sukardi, sebab senjatanya tidak ditemukan ketika ia tergeletak di jalan. Hal ini masih diselidiki lebih lanjut oleh polisi. Bripka Sukardi yang saat kejadian mengendarai motor Honda Supra dan berpakaian dinas, langsung tewas di tempat. Ia terkena tiga tembakan di dada dan perut.


Korban meninggalkan seorang istri, Tirtasari, dan tiga orang anak. Putri pertamanya, Dita Kardina Putri, merupakan mahasiswi semester tiga di STMT Trisakti. Putri kedua, Devi Novita, duduk di kelas 2 SMP Setia Bhakti Cipinang. Sementara putra bungsunya, Muhammad Adi Wibowo, masih duduk di kelas 2 SDN 02 Pagi Jakarta. (vivanews)

Islam

 
Copyright © 2011. SIBDA . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from CBS News