logo

Islam

Wednesday, September 11, 2013

Home » » Sering Mengawal karena Gaji Tak Cukup membuat Bripka Sukardi sering Mengawal

Sering Mengawal karena Gaji Tak Cukup membuat Bripka Sukardi sering Mengawal

JAKARTA - Setelah beberapa hari kematian Bripka Sukardi, rasa duka yang mendalam masih menyelimuti keluarga almarhum. Terlihat jelas dari wajah istri almarhum,Tirtasari (44 tahun). Dia merasakan sedih yang sangat mendalam, dia tidak menyangka kalau suaminya yang pergi bertugas (10/9) untuk mengawal akan mengalami akhir hidup yang sangat tragis.

Putri kedua Bripka Sukardi menangisi kepergian ayahnya


Berdasarkan pengakuan istri almarhum, suaminya pergi untuk mengawal, itu bukan tugasnya dari kantor, menurutnya itu adalah tugas sampingan suaminya, suaminya bisanya akan mengawal dua minggu sekali sebagai tambahan penghasilan. “Anak pertama kan sudah kuliah, jadi Bapak sering cari tambahan untuk biaya kuliah dia. Alhamdulillah selama ini cukup,” kata Tirta di rumah duka, Asrama Polri Cipinang Baru, Jakarta Timur.

Dengan gaji Rp. 5.000.00 per bulan sang istri mengaku tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhannya, hal ini dikarenakan mereka memiliki tiga orang anak yang sedang bersekolah, dan juga kebutuhna lainnya.
 
Almarhum ditembak tepat di depa gedung KPK pada pukul  22.15 WIB ketika sedang mengawal enam truk tronton bermuatan material elevator dari Tanjung Priok menuju Rasuna Said Tower, Jakarta Selatan.

Polisi masih terus menyelidiki peristiwa yang cukup menyedihkan semua pihak ini. Pelaku penembakan diduga merampas senjata milik Bripka Sukardi, sebab senjatanya tidak ditemukan ketika ia tergeletak di jalan. Hal ini masih diselidiki lebih lanjut oleh polisi. Bripka Sukardi yang saat kejadian mengendarai motor Honda Supra dan berpakaian dinas, langsung tewas di tempat. Ia terkena tiga tembakan di dada dan perut.


Korban meninggalkan seorang istri, Tirtasari, dan tiga orang anak. Putri pertamanya, Dita Kardina Putri, merupakan mahasiswi semester tiga di STMT Trisakti. Putri kedua, Devi Novita, duduk di kelas 2 SMP Setia Bhakti Cipinang. Sementara putra bungsunya, Muhammad Adi Wibowo, masih duduk di kelas 2 SDN 02 Pagi Jakarta. (vivanews)
Share this article :

Post a Comment