Washington. Beberapa waktu lalu, Amerika berambisi dan sangat bernafsu untuk menggempur Bashar Al-Assad nampaknya kini meredup, desakan Internasional yang terus berdatangan nampaknya menjadi salah satu pemicu kenapa Amerika Serika membatalkan rencana serangan Amerika ke Suriah.
Amerika berencana menyerang Suriah setelah pemerintah Suriah diduga kuat dan terbukti menggunakan senjata kimia untuk menghabisi pemberontak/pejuang yang sedang mengobarkan revolusi untuk menumbangkan rezim yang sedang berkuasa. Namun, senjata kimia yang digunakan oleh Assad justru membunuh banyak nyawa tidak berdosa dan tidak mengerti apa-apa terhadap permasalahan yang terjadi.
Setidaknya lebih dari 1000 nyawa menjadi korban akibat senajata kimia yang digunakan Rezim. Aksi pemerintah suriah ini mendapatkan tentangan dan kecaman dan berbagai kalangan, teruamta aktifis Islam.
Kini, Amkerika serikat akan menempuh jalan diplomasi sebagai solusi untuk mencegah terjadinya perang besar-besaran di Suriah, mengingat "teman mesra" Suriah memiliki taring yang cukup tajam, terutama Iran dan Suriah, serta India, China dan negara-negara lain.
Dalam pidato kenegaraannya, selama 15 menit, Selasa (10/9) di Gedung Putih, Obama mengatakan menunda serangan militer ke Damaskus. Presiden dua kali ini pun, meminta Kongres AS menunda pembahasan tentang dukungan serangan militer ke Suriah di Capitol Hill.
”Dan sementara, kita (AS) mengejar jalan diplomatik. Tapi kita tetap mengawasi rezim di Damaskus,” kata Obama, seperti dilansir New York Times, Rabu (11/9).
Obama pun menyatakan agar, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyambut kemauan AS dan Rusia di forum Perdamaian Suriah, oleh PBB, di Jenewa pekan ini. ”Saya akan melanjutkan diskusi dengan rekan saya di Rusia (Presiden Rusia Vladimir Putin) untuk mencari jalan (diplomatik di Suriah),” sambung dia.
Presiden Afro-Amerika di AS ini juga mengatakan menggandeng Cina dan anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK – PBB) lainnya. Pidato Obama mengakhiri spekulasi tentang Perang Suriah. Meski pun menegaskan tetap akan mengawasi pertikaian di Suriah, namun untuk sementara, Obama tampak ‘gagal’ menggapai ambisi nya.
![]() |
| Presiden AS Barack Obama |
Amerika berencana menyerang Suriah setelah pemerintah Suriah diduga kuat dan terbukti menggunakan senjata kimia untuk menghabisi pemberontak/pejuang yang sedang mengobarkan revolusi untuk menumbangkan rezim yang sedang berkuasa. Namun, senjata kimia yang digunakan oleh Assad justru membunuh banyak nyawa tidak berdosa dan tidak mengerti apa-apa terhadap permasalahan yang terjadi.
Setidaknya lebih dari 1000 nyawa menjadi korban akibat senajata kimia yang digunakan Rezim. Aksi pemerintah suriah ini mendapatkan tentangan dan kecaman dan berbagai kalangan, teruamta aktifis Islam.
Kini, Amkerika serikat akan menempuh jalan diplomasi sebagai solusi untuk mencegah terjadinya perang besar-besaran di Suriah, mengingat "teman mesra" Suriah memiliki taring yang cukup tajam, terutama Iran dan Suriah, serta India, China dan negara-negara lain.
Dalam pidato kenegaraannya, selama 15 menit, Selasa (10/9) di Gedung Putih, Obama mengatakan menunda serangan militer ke Damaskus. Presiden dua kali ini pun, meminta Kongres AS menunda pembahasan tentang dukungan serangan militer ke Suriah di Capitol Hill.
”Dan sementara, kita (AS) mengejar jalan diplomatik. Tapi kita tetap mengawasi rezim di Damaskus,” kata Obama, seperti dilansir New York Times, Rabu (11/9).
Obama pun menyatakan agar, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyambut kemauan AS dan Rusia di forum Perdamaian Suriah, oleh PBB, di Jenewa pekan ini. ”Saya akan melanjutkan diskusi dengan rekan saya di Rusia (Presiden Rusia Vladimir Putin) untuk mencari jalan (diplomatik di Suriah),” sambung dia.
Presiden Afro-Amerika di AS ini juga mengatakan menggandeng Cina dan anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK – PBB) lainnya. Pidato Obama mengakhiri spekulasi tentang Perang Suriah. Meski pun menegaskan tetap akan mengawasi pertikaian di Suriah, namun untuk sementara, Obama tampak ‘gagal’ menggapai ambisi nya.


Post a Comment