logo

Islam

Friday, September 13, 2013

Home » » Mengapa Allah 'Membiarkan' Para Tiran?

Mengapa Allah 'Membiarkan' Para Tiran?

Allah, dengan segala rahasia yang dimiliki-Nya, Yang Maha Agung, lagi Maha Terpuji, memiliki rencana yang terkadang sama sekali tidak terfikirkan oleh kita. Setiap manusia pasti akan mengalami ujian, baik berupa kesempitan, kekurangan harta, jiwa, dan lain sebagainya. Terkadang Allah juga akan menguji keimanan kita dengan melimpahkan begitu banyak kenikmatan, yang terkadang membuat kita lalai dan lupa bersyukur. Lihat bagaimana Allah sudah melebihkan orang-orang sebelum kita.

Egypt massacre_


Qorun, dan Fira'un, mungkin menjadi simbol angkara murka yang namanya diabadikan Allah didalam Al-Qur'an. Sekian tahun, atau berpuluh-puluh tahun mereka dibiarkan oleh Allah untuk berbuat kerusakan hingga samapi batas waktu yang sudah ditetapkan oleh Allah.

Kita juga mungkin mengetahui kisah "Pemuda Gua" atau Ashabul Kahfi, bagaimana perjuangan berat yang mereka lalui ketika harus berhadapan dengan kediktatoran penguasa yang ingin merebut keimanan mereka. Bagaiamana mungkin serombongan anak muda dan seekor anjing ingin menghadapi kekuasaan yang begitu angkuh, ternyata Allah SWT yang langsung menyelesaikan masalah mereka. Dengan apa Allah menyelesaikan masalah "Pemuda Gua"? Ternyata dengan "Tidur".

Lihatlah bagaimana Allah dengan segala Kehendaknya, begitu mudah menyelesaikan masalah mereka. Lantas, bagaimana dengan peristiwa yang sedang terjadi sekarang? Kita bisa lihat, nyawa begitu murah, tidak ada harganya lagi. Mungkin kita ingat ketiak seorang "pemuda Yahudi" menarik kerudung wanita muslimah di pasar Madinah sehingga mengakibatkan Yahudi di usir dari madinah dan menyebabkan kaum muslimin harus mengangkat senjata.

Lantas, apakah Allah tidak memperdulikan kita lagi?

Yang perlu kita ingat adalah, pertolongan Allah itu sangat dekat, hanya mungkin kita tidak bisa membaca secara jernih pertolongan-pertolongan Allah yang sudah kita dapatkan. Atau Allah sudah mempunyai renca yang jauh lebih dahsyat dan jauh diluar nalar kita.


Zulfi Akmal
Al-Azhar, Cairo



Suatu kali 'Amir bin Bahdalah lewat di depan seorang shaleh yang lagi disalib oleh Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi sang durjana kejam. Melihat pemandangan yang memilukan itu ia bicara di dalam hati: "Wahai Tuhanku...., kesantunan-Mu terhadap orang-orang zalim telah mendatangkan mudarat dan kesengsaraan kepada orang-orang yang mereka zalimi".
Setelah itu 'Amir bin Bahdalah pulang ke rumahnya. Di malam hari waktu ia tidur, ia melihat di dalam mimpinya bahwa Kiamat sudah terjadi, dan seolah-olah ia sudah masuk surga. Di sana ia melihat orang saleh yang disalib oleh Hajjaj berada pada tingkatan surga paling tinggi. Tiba-tiba ia mendengar seruan: "Kesantunanku terhadap orang-orang zalim telah menempatkan orang-orang yang dizalimi berada pada surga yang paling tinggi".

Imam Zamakhsyary mengomentari hal itu:

Yang lebih benar dari itu (dari pada mimpi 'Amin bin Bahdalah) adalah firman Allah:

{وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ}

"Dan Kami hendak memberikan karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)". (Al Qashash: 5)

Dan firman Allah:

{ذَلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ}

"....Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka". (Muhammad: 4)

Kisah ini bisa menyadarkan kita kembali tentang beberapa hal:

1. Arti pertolongan Allah sesungguhnya terhadap seorang mukmin.

2. Kemenangan hakiki yang diperoleh pejuang kebenaran.

3. Kehidupan ini hanyalah ujian untuk menuju kehidupan yang abadi.

4. Allah tidak pernah ingkar janji, kita saja yang selalu tergesa-gesa dan tidak sabaran.

Share this article :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. SIBDA: Mengapa Allah 'Membiarkan' Para Tiran? . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from CBS News